|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Resensi Buku » Mengembangkan Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing

Mengembangkan Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing

Selasa, 17 Januari 2012 17:30:41  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 1849
Mengembangkan Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing

Judul Buku
Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing
Penulis
Prof. Dr. Dedy Mulyasana, M. Pd.
Penerbit
Remaja Rosdakarya, Bandung
Cetakan Pertama
September 2011
Harga
Rp 52, 000,-
Tebal
244 halaman
Peresensi
Ahmad Fatoni*)

Pendidikan bukan hanya mentransfer ilmu, teori, dan fakta-fakta akademik, mengurus soal ujian, menetapkan kriteria kelulusan, atau sekadar mencetak ijazah. Pendidikan merupakan proses pembebasan peserta didik dari ketidaktahuan, ketidakmampuan, ketidakberdayaan, dan ketidakjujuran.


Karena itu, proses pendidikan tidak terbatas pada hafalan dan latihan penguasaan soal-soal ujian. Proses pembelajaran yang demikian telah banyak menelan korban, di mana para lulusan dinilai sukses bila sudah berhasil meraih selembar ijazah. Padahal di balik ijazah yang dimilikinya belum tentu menjamin perubahan watak, pemikiran, dan perilakunya. 


Proses pendidikan, selain diarahkan pada pembentukan semangat, motivasi, kreativitas, keuletan, dan kepercayaan diri, juga ditekankan pada pembentukan kesadaran, disiplin, tanggung jawab, dan budaya belajar yang baik. Proses pendidikan semacam itu dapat dikembangkan sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, kebutuhan, karakteristik, dan gaya belajar peserta didik. Itulah pendidikan bermutu.


Namun, di era kompetisi yang serba ketat seperti saat ini, mutu saja tidaklah cukup guna membangun lembaga pendidikan yang unggul. Para pengelola lembaga pendidikan harus mampu menjadikan lembaganya berdaya saing.
Lantas, bagaimana cara menciptakan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing? Dalam buku ini, Guru Besar Manajemen Pendidikan Dedy Mulyasana memaparkan modal dan sikap yang diperlukan, konsep yang cocok dikembangkan hingga konsep manajemen demi menciptakan pendidikan berdaya saing,.


Untuk memenangkan persaingan, tegas penulis, para penyelenggara pendidikan setidaknya mempunyai sikap kompetitif dalam menjalankan tugas kelembagaannya. Terkait hal itu, pimpinan perlu melakukan analisis kebutuhan peserta didik serta memetakan kecenderungan dan kekuatan persaingan, menetapkan standar mutu, dan merumuskan tuntutan kebutuhan dan kecenderungan lingkungan.


Analisis kebutuhan yang dilakukan harus bersifat faktual dan terukur. Itu sebabnya, analisis kebutuhan belajar atau pendidikan didasarkan atas perhitungan tentang potensi yang ada, permasalahan yang terjadi, kecenderungan ke depan, dan tuntutan perubahan serta tantangan masa depan.


Akan tetapi, daya saing dalam buku ini bukan bermaksud ingin mematikan lembaga-lembaga pendidikan yang lain sebagaimana militer yang hendak menghancurkan lawan-lawannya dalam peperangan, atau seperti para pebisnis yang menggunakan segala cara untuk melumpuhkan para pesaingnya. Daya saing di sini ialah upaya lembaga pendidikan mempersiapkan masa depan peserta didiknya di tengah kompleksitas tantangan zaman.     


Dalam konteks itulah, penulis merumuskan beberapa langkah strategis, antara lain, memastikan bahwa lebih dari setengah komponen organisasi mengandung keunggulan bersaing (SDM, sumber dana, sarana dan prasarana belajar, visi, misi, program, strategi, jaringan dan kerjasama, kepemimpinan, daya dukung masyarakat dan sebagainya).


Kedua, selalu memperbarui misi, program, dan strategi yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan. Ketiga, kritis terhadap berbagai strategi yang diterapkan dan peka terhadap strategi baru yang diterapkan oleh para pesaing. Keempat, berorientasi pada kepuasan pengguna layanan jasa pendidikan. Karena itu, pimpinan lembaga pendidikan tidak cuma menjual gedung, fasilitas pendidikan, dan ilmu pengetahuan semata, tetapi juga menjual kepercayaan yang di dalamnya ada profesionalisme, kelayakan, dan kepuasan.


Kelima, selalu berada pada waktu yang tepat, bersama orang yang tepat, dan di tempat yang tepat. Keenam, efisien dalam menggunakan waktu, tenaga, pikiran, dan dana, sehingga dapat melakukan langkah-langkah strategis dalam melakukan tugas. Ketujuh, senantiasa menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan semua pihak.  


Langkah-langkah tersebut dalam rangka memperkokoh kualitas lembaga pendidikan sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan daya saing. Dengan kata lain, pendidikan bermutu, selain dikembangkan melalui tranformasi nilai-nilai positif kepada peserta didik, juga diterapkan sebagai alat pemberdayaan semua potensi yang ada menuju tingkat kesempurnaan.


 Walhasil, strategi pendidikan bermutu dan berdaya saing sebagaimana ditawarkan dalam buku ini dapat menjadi bahan kajian bagi para akademisi, praktisi, pimpinan lembaga pendidikan agar selalu menggenggam spirit adu cepat dengan jaminan nantinya akan sampai lebih dulu di garis finis persaingan.
Ahmad Fatoni
Pengajar Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang

Baca "Resensi Buku" Lainnya

Komentar Anda